Berjalanlah di hampir kota mana pun di Indonesia, cepat atau lambat Anda akan mencium aroma cengkeh yang terbakar. Sebagian besar panen cengkeh negeri ini masuk ke kretek, rokok cengkeh yang sudah diisap orang Indonesia lebih dari seratus tahun. Indonesia menanam cengkeh lebih banyak daripada negara mana pun di dunia, dan tetap memakai sebagian besarnya di dalam negeri. Sisanya dikirim ke luar negeri, untuk pedagang rempah, perusahaan makanan dan penyuling minyak.
Kuncup yang dipetik pada saat yang tepat
Cengkeh adalah kuncup bunga Syzygium aromaticum yang tidak sempat mekar. Pemetik memanjat pohon dan memetik kuncupnya dengan tangan per tangkai, tepat ketika warnanya berubah dari hijau ke merah muda. Kuncup dilepas dari gagangnya lalu dijemur di bawah matahari beberapa hari, sampai berwarna cokelat tua dan patah dengan bunyi “krek” yang bersih.
Waktu adalah segalanya. Kalau kuncup dibiarkan beberapa hari terlalu lama, ia mekar menjadi bunga dan minyaknya berkurang. Kalau dijemur terlalu lambat, jamur bisa tumbuh. Banyak hal yang menentukan mutu cengkeh terjadi di minggu pertama di kebun, jauh sebelum ada yang bicara soal grade.
Apa yang diperhatikan buyer
Kadar air yang pertama. Cengkeh yang dijemur dengan baik biasanya diperdagangkan pada kadar air 10 sampai 12%. Lebih basah dari itu, Anda membayar air, dan menanggung risiko jamur dalam perjalanan laut yang panjang.
Lalu minyak. Aroma cengkeh berasal dari minyak atsirinya, yang sebagian besar berupa eugenol. Cengkeh Indonesia dikenal berkadar minyak tinggi, dan buyer yang menyuling atau menggiling untuk perisa sering mencantumkan batas minimum di kontrak.
Lalu kepalanya. Cengkeh berkepala masih punya bulatan kuncup di ujungnya dan tampilannya cocok untuk eceran. Cengkeh tanpa kepala kehilangan kepalanya di suatu tempat antara penjemuran dan pengarungan. Aromanya dan hasil gilingnya sama baiknya, jadi cengkeh tanpa kepala sering dijual sebagai produk tersendiri untuk digiling dan diekstrak. Gagang cengkeh juga dijual terpisah, dengan harga lebih rendah, untuk minyak. Dalam lot cengkeh utuh, gagang dihitung sebagai benda asing, biasanya dibatasi sekitar 1%.
Terakhir, cek mata. Lot yang baik berwarna cokelat tua merata. Kuncup yang pucat, keriput atau keputihan biasanya tanda penjemurannya bermasalah.
Nama dagang, dan kenapa angka lebih penting
| Sering disebut | Biasanya berarti | Penggunaan umum |
|---|---|---|
| Hand picked atau selected | Dibersihkan dan disortir dengan tangan, sedikit gagang atau kuncup tanpa kepala | Eceran, dipakai utuh |
| Standard atau FAQ | Mutu rata-rata (fair average quality), dibersihkan dengan mesin | Penggilingan, industri makanan |
| Headless (tanpa kepala) | Sebagian besar kuncup tanpa kepala | Penggilingan, ekstraksi |
| Gagang cengkeh | Hanya gagang | Penyulingan minyak |
Nama-nama ini tidak baku. “Hand picked” milik satu eksportir bisa sama dengan “standard” milik eksportir lain. Kami lebih suka menyepakati angka sebenarnya dengan Anda: kadar air, kadar minyak, benda asing, dan berapa banyak kuncup tanpa kepala yang bisa Anda terima.
Pengujian
Untuk keperluan pangan, cengkeh biasanya diuji kadar air, minyak atsiri, mikrobiologi dan residu pestisida. Setiap negara punya aturan sendiri, jadi beri tahu kami negara tujuannya sejak awal. Sampel pra-pengapalan dengan laporan laboratorium independen adalah cara paling aman untuk memastikan mutu sebuah lot.
Menghubungi kami
Saat meminta penawaran, akan sangat membantu kalau Anda menyebutkan untuk apa cengkeh itu dipakai (utuh, digiling atau disuling), kadar air dan minyak yang Anda butuhkan, negara tujuan, dan kira-kira berapa banyak Anda membeli setiap kali.
Cengkeh kami dipetik tangan dan dijemur matahari, dan kami menjualnya FOB Surabaya. Angka terbaru ada di spesifikasi cengkeh, atau Anda bisa kirimkan kebutuhan Anda.